Jumat, 25 Juni 2010

POCONG 3




Pocong 3 adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini dibintangi antara lain oleh Francine Roosenda, Darius Sinathrya, Gary Iskak, Rina Hasyim, dan masih banyak lagi. Tayangan perdana pada 10 Oktober 2007.

Film berdurasi 90 menit ini melewati proses syuting selama 9 hari (2 hingga 10 Agustus 2007) di Jakarta, dengan post production yang dilakukan di Jakarta dan India.

SINOPSIS

Seorang DJ di klub malam bernama Vendetta, Putri (Francine Roosenda) mendapat kabar kematian ayahnya yang sudah meninggalkannya sendirian selama sepuluh tahun. Kehidupan Putri yang sudah punya hubungan baik dengan teman-temannya di Vendetta diantaranya Thomas (Darius Sinathrya), Michelle (Elmayana Sabrenia) dan Bayu (Gary Iskak), menjadi berubah saat perlahan-lahan diteror oleh sesuatu.

Beberapa hari setelah ayahnya meninggal, adik ayahnya, Laksmi (Rina Hassim) mendatangi rumahnya. Laksmi berupaya untuk mengambil kembali barang kakaknya yang kini ada di tangan Putri, kendati Putri tidak mengijinkannya. Setelah menyambangi pesta di Vendetta dan bermaksud tidur, Putri dihantui oleh pocong yang terbaring menatapnya diatas tubuh Putri. Ketakutan, kini Laksmi disambangi Putri untuk diminta keterangan. Laksmi menceritakan bahwa mereka adalah keturunan dari Mandar Kemulo, pocong pertama di Indonesia yang dihukum mati karena ajaran sesatnya, kesaktian tubuhnya yang tidak ikut mati, diwariskan turun-temurun ke anak-cucunya. Dan terlebih, orang tersebut bisa mempunyai kuasa atas dunia orang mati. Ayahnya yang mendapat kekuatan itu dari kakeknya, memutuskan untuk meninggalkan Putri karena kekuatan yang dimiliki si Ayah bisa menjadikan pemiliknya jahat. Putri yang tidak percaya, digores lengannya dengan pisau oleh Laksmi, dan di rumahnya, Putri bisa melihat bahwa tangannya tidak terluka sama sekali.

Lalu, Putri menemui seorang paranormal. Paranormal tersebut, berkata pada Putri bahwa masalahnya bukanlah pocong, tetapi Si Merah, sosok kuntilanak berbaju merah yang selalu meneror Putri tanpa sepengetahuan Putri sendiri, Si Merah adalah jelmaan ilmu sesat yang berupaya untuk masuk ke dalam jiwa Putri. Dan mengenai sosok pocong, pocong itu adalah ayah Putri yang menjelma dalam bentuk pocong, dalam upaya menghalangi Si Merah memasuki jiwa Putri.

Kembalilah Putri ke Vendetta saat rekan atasannya si Michelle murka, dan kekuatan ilmu sesat yang ada pada Putri terbuka, membuat Michelle menjadi korban pertamanya. Dan di tempat kerjanya, arwah-arwah gentayangan mulai dilihatnya. Pada puncaknya, ia berlari saat melihat Si Merah yang berhadapan dengan pocong, yang tidak lain ayah Putri sendiri. Saat arwah Michelle mendatangi Putri, Michelle memperingatkan Putri bahwa Si Merah kini mengincar Tante Laksmi. Saat tiba di rumah Tante Laksmi, Putri menemukannya telah meninggal dan Putri yang sudah tidak tahan, menusuk dirinya sendiri dengan gunting. Lalu, memoarnya mengenai ayahnya kembali hadir, ayahnya berpesan agar Putri membakar jenazah ayahnya supaya arwah sang ayah bisa bebas kembali.

Setelah dibakar, ia menemui sosok ayahnya dan memeluknya. Kemudian, Putri menyadari bahwa yang tengah ia peluk bukanlah sang ayah, tetapi si Merah. Si Merah memasuki mimpinya dan berpura-pura sebagai ayah Putri, agar Putri membakar pocong ayahnya dan membuat perlindungan akan dirinya hilang, akhirnya Si Merah bisa mendapatkan Putri. Kemudian di Vendetta, Putri dengan kepribadian jahatnya tengah memutar DJ-nya, dibelakangnya, Si Merah hadir bersamanya...

Sutradara Monty Tiwa
Penulis Monty Tiwa
Pemeran Francine Roosenda
Darius Sinathrya
Gary Iskak
Elmayana Sabrenia
Rina Hasyim
Distributor Sinemart Pictures
Durasi 118 menit
Negara Indonesia

DUNIA MEREKA




Dunia Mereka merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2006 yang disutradarai oleh Lasja Fauzia Susatyo . Film ini dibintangi antara lain oleh Adinia Wirasti, Christian Sugiono, Ray Sahetapy, Ira Wibowo, Oka Antara, Ayu Diah Pasha, dan Cathy Sharon

SINOPSIS
Dunia Mereka menceritakan tentang Filly (Adinia Wirasti) seorang gadis remaja, yang hanya tertarik pada nada-nada blues yang pandai ia mainkan melalui gitar Fender kesayangannya untuk menekan rasa kehilangan ketika sang Ibu meninggal

Suatu kali, Filly bergabung dengan band Ivan (Christian Sugiono). Blues yang dimainkan Filly dengan cepat memperkaya musik mereka. Lama kelamaan hubungan antara Ivan dan Filly tumbuh menjadi sesuatu yang bisa melebihi persahabatan. Namun Ivan mulai melihat keanehan dalam pribadi Filly yang tertutup. Sedikit demi sedikit Ivan mengetahui bahwa keterasingan Filly terhadap dunia sekitarnya adalah pilihan yang disengaja dijalaninya karena perasaan bersalahnya

Suatu ketika band mereka mendapat tawaran rekaman. Namun mereka harus menghilangkan semua pengaruh musik blues yang berasal dari gitar Filly dan berpindah ke jalur yang lebih pop serta komersil. Bagi Ivan, ini adalah logis namun bagi Filly, ia tidakakan pernah berhenti bermain blues. Konflik inilah yang menjadi benang merah cerita film ini.

Sutradara Lasja Fauzia Susatyo
Produser Diwangkara Film
Penulis Monty Tiwa
Pemeran Adinia Wirasti
Christian Sugiono
Ray Sahetapy
Ira Wibowo
Oka Antara
Ayu Diah Pasha
Cathy Sharon
Durasi .. menit
Negara Indonesia

SETANNYA KOK BENERAN!


Setannya Kok Beneran? merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2008 yang disutradarai oleh Muchyar Syamas. Film ini dibintangi antara lain oleh Indra Birowo, Mario Lawalata, Ence Bagus, Jojon, Tessy, Jill Gladys, dan Dewi Safina.

SINOPSIS
Berkisah tentang tiga orang pria yang mengikuti reality show sang penakluk. Dalam acara tersebut mereka diminta menjadi paranormal yang bisa mengusir hantu. Acara itu ternyata berbuah sukses, sampai-sampai penggemar mengundang mereka ke suatu kampung dimana mereka justru diminta mengusir hantu yang sesungguhnya.

Sutradara Muchyar Syamas
Produser Hasrat Djoeir
Gita Jiwatram
Penulis Deden Tristanto
Pemeran Indra Birowo
Mario Lawalata
Ence Bagus
Jojon
Tessy
Jill Gladys
Dewi Safina
Distributor Millenium Visitama Film
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

POCONG JALAN BLORA



Pocong Jalan Blora merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2009 yang disutradarai oleh Ian Jacobs. Film ini akan dibintangi antara lain oleh Arumi Bachsin, Monique Henry, Garneta Haruni, Fikri Baladraf, Abdurrahman Arif, Zidni Adam Jawas, dan Ridwan Ghani

SINOPSIS

Rasa keingintahuan Sandra, Mei, Josh dan Joe mengenai keberadaan Penampakkan Pocong di Jalan Blora akhirnya terjawab dengan terror yang bertubi-tubi menghantui mereka satu–persatu. Hingga hidup mereka tidak tenang lagi sepulang dari tempat itu.

Suatu hari Sandra mendatangi tempat tinggal Mei, tapi hal yang mengejutkan menimpa Sandra, ternyata yang membukanya adalah orang yang tidak Ia kenal bernama Hilda. Sandra mulai berpikir kalau Mei telah hilang, hal ini diperkuat oleh keterangan Fredi, kekasih Mei yang mengaku tidak pernah bertemu dengan Mei setelah Mei pulang dari Blora. Sandra berusaha mencari Mei dengan meminta bantuan Hilda.

Sebuah kejadian aneh menimpa Hilda yang membuatnya bisa melihat arwah orang yang sudah meninggal. Semenjak itu Ia selalu mendengar suara aneh dari dalam kulkas di Apartemennya. Kulkas itu terkunci dan karena tidak memiliki kuncinya, Hilda tidak dapat membuka kulkas itu sama sekali. Hilda juga seperti dihantui oleh arwah wanita yang menyerupai Mei. Atas saran sahabatnya Seno, maka Hilda langsung menemui Sandra dan memberitahukan bahwa Dia telah bertemu dengan Mei tapi tidak dalam wujud manusia melainkan arwah. Mendengar itu Sandra yakin hilangnya Mei ada hubungannya dengan Pocong Jalan Blora, dan Ia memutuskan untuk balik lagi ke tempat itu

Sutradara Ian Jacobs
Produser Jamal Hasan
Penulis Eri Sofid
Nestor Katanya
Pemeran Arumi Bachsin
Monique Henry
Garneta Haruni
Fikri Baladraf
Abdurrahman Arif
Zidni Adam Jawas
Ridwan Ghani
Distributor Imagine Pictures
Durasi 90 menit
Negara Indonesia

MIRROR



Mirror merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2005. Film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra ini dibintangi antara lain oleh Nirina Zubir, Jonathan Mulia, Henidar Amroe, Ira Wibowo, M. Leo Lumanto, Ichi Nuraini, Indra Brasco, Unique Priscilla, Vida Sylvia Pasaribu, dan Joshua Pandelaki. Mirror dinominasikan untuk beberapa kategori dalam ajang Indonesian Movie Awards 2006, memenangkan satu, yaitu Pemeran Utama Wanita Terfavorit untuk Nirina Zubir.

SINOPSIS

Kikan (Nirina Zubir) gadis yang lincah dan jahil. Akibat kejahilannya ia menghadapi sejumlah keanehan. Ia seperti mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki oleh orang lain yang ia rasakan melalui cermin dan hal ini sangat menyiksanya. Kejadian-kejadian tersebut mulai menimpa orang terdekatnya, namun ia hanya bisa menceritakannya kepada Doni (Jonathan Mulia), lelaki yang menaruh hati pada Kikan, namun selalu ia diabaikan. Saat Kikan mulai merasakan hal yang sama, Kikan tetap tak bisa menerima Doni karena kejadian buruk terus menghantuinya.

Kejadian pertama yang dialaminya setelah pingsan diruang kimia adalah tidak dapat melihat bayangan salah satu gurunya di cermin toilet. Pada awalnya kikan merasa masih ngantuk, lalu dia mencuci matanya dan melihat lagi ke cermin, dan guru itu tetap tidak terlihat, padahal di belakang masih ada gurunya. Lalu ia mencuci muka sekali lagi dan melihat lagi ke cermin, dan guru itu masih tetap tidak terlihat. Saat ia melihat kebelakang, ternyata pak guru itu sudah tidak ada, melainkan sudah gantung diri di toilet. Itulah kejadian pertama yang dialami Kikan.

Kejadian berikutnya yang dialami Kikan adalah saat ia menginap dirumah tetangganya karena ia dihantui oleh hantu gurunya (yang meninggal sebelumnya) dirumahnya. Besoknya, tetangganya itu berniat pergi liburan, dan sempat mengajak Kikan. Tapi Kikan menolak karena harus menjemput ibunya dibandara. Saat tetangganya sekeluarga itu asyik bermain pedang-pedangan, tiba-tiba di cermin Kikan kembali tidak melihat bayangan keempat orang sekeluarga itu (Orangtua, anak laki-laki dan anak perempuan). Karena tidak yakin, Kikan kembali melihat ke arah tetangganya dan melihat mereka masih ada disana. Lalu saat ia melihat kembali ke cermin, bayangan mereka memang tidak ada. Namun Kikan tidak ambil pusing. Setelah tetangganya berangkat, Kikan kembali kerumahnya untuk mengambil Handphone serta mobil. Ditengah jalan menuju bandara, Kikan sempat melihat tetangganya tadi berjalan ke lain arah, dengan tubuh yang berdarah serta ekspresi wajah yang kosong. Kikan sempat menoleh kebelakang, dan didepannya ternyata sudah ada kecelakaan yang ternyata dialami tetangganya, dan menyebabkan semua anggota keluarga tetangganya tersebut meninggal. Kikan lalu dapat menyimpulkan bahwa siapapun yang bayangannya tidak dapat dia lihat dicermin, maka sebentar lagi orang tersebut akan meninggal.

Kikan, yang kembali bersekolah setelah mengalami seabreg kejadian aneh, kembali mendapatkan kejadian aneh. Bu Guru yang sangat disayanginya seperti ibunya sendiri, tidak dapat ia lihat bayangannya di cermin kecil miliknya. Kikan pun tidak mau percaya begitu saja ia lalu melihat ke bu guru tersebut dan kembali melihat ke cermin, dan ternyata bayangan gurunya tersebut tetap tidak ada. Dengan cepat Kikan mengambil keputusan bahwa guru tersebut akan meninggal, tapi ternyata guru tersebut akan pindah ke Surabaya karena harus mengajar disana beberapa bulan. Kikan yang tidak ingin ibu guru ini pergi, langsung mencegahnya sekuat mungkin, tapi bu guru tersebut mengatakan bahwa semua manusia akan meninggal, kalau ibu guru tersebut akan meninggal, berarti dia tidak akan bisa mencegahnya. Kikan pun akhirnya merelakan ibu guru itu pergi ke Surabaya. Besok malamnya, saat Kikan sedang menonton televisi, tiba-tiba acara dipotong dengan Breaking News yaitu tentang kecelakaan hebat yang terjadi di jalan lintas Jakarta-Surabaya, yang ternyata adalah mobil yang ditumpangi gurunya. Sopir yang mengantar memang terluka, tapi hanya guru tersebut yang meninggal - dengan anehnya. Bagian berakhir saat Kikan menjerit sejadi-jadinya setelah melihat berita tersebut.

Setelah kematian gurunya, Kikan yang kembali kesekolah ternyata sudah dijuluki "Pembawa Sial" atau "Nenek Sihir" karena yang dianggap menyebabkan kematian guru tersebut. Kikan merasa sangat sedih, karena tidak ada yang mau memahami keadaannya. Namun, bayangan Kikan meleset, karena Doni yang sedari dulu menaruh hati pada Kikan tetap memperhatikan Kikan, tapi Kikan tetap tidak menerima Doni. Dirumah Kikan, tiba-tiba ada beberapa anak kecil yang bermain petak umpet. Dua - dari tiga - anak bersembunyi dan yang satunya menjaga. Kikan yang sedang duduk di sebuah kursi besar berbohong kepada anak yang satunya yang sedang mencari temannya - yang sedang bersembunyi dibalik kursi tersebut - . Saat Kikan melihat ke balik kursi, ternyata anak kecil yang tadi bersembunyi disana sudah tidak ada. Kejadiannya juga berlanjut saat anak-anak tersebut menyebar dirumah Kikan dan ternyata mereka adalah hantu yang menghantui Kikan. Kikan yang sangat ketakutan, terpaksa menuju rumah Doni karena tidak ada lagi tempat yang bisa ia tuju. Karena sudah malam, Doni mempersilakan Kikan untuk tidur di kamarnya, dan membuat Kikan menyadari bahwa begitu banyak surat yang ingin dikirimkan Doni kepadanya, tapi surat-surat tersebut tidak pernah sampai - entah mengapa -. Hal ini berhasil menumbuhkan rasa cinta di hati Kikan kepada Doni, yang menyebabkan Kikan dan Doni sering jalan-jalan berdua, dan sesaat berhasil menghilangkan rasa takut Kikan.

Kejadian berulang kembali, ketika Kikan yang sedang memilih-milih baju untuk bertemu Doni - yang juga sedang memilih baju - dirumahnya. Lalu hal yang paling ditakutkan Kikan pun terjadi, yaitu ketika dia melihat bayangannya di cermin, bayangan tersebut perlahan-lahan menghilang, dan membuat Kikan menjerit menggelegar dan berhasil membuat listrik padam dirumahnya. Doni yang bertemu Kikan - yang sedang ketakutan - kaget karena Kikan yang kemarin masih bahagia menjadi sedih dan ketakutan seperti itu. Akhirnya Doni menjaga Kikan dirumahnya. Suatu pagi, Doni yang datang kerumah Kikan terkejut setelah melihat kegiatan yang dilakukan Kikan = memakan cabe rawit. Doni pun langsung menghentikannya, dan berkata bahwa dia akan mencari sarapan. Kikan yang kembali dihantui, merasa ketakutan dan akhirnya pergi meninggalkan rumahnya dengan menggunakan mobilnya. Kikan sempat berhenti sebentar untuk membeli beberapa koran dan majalah, untuk menemukan alamat seorang paranormal. Tapi sayangnya, karena Kikan sibuk melihat majalah sambil menyetir, dia menabrak mobil lainnya di sisi jalan, yang menyebabkan tabrakan dan mobilnya hancur.

Beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha melihat kedalam mobil Kikan, dan ternyata - dengan ajaibnya - Kikan berhasil selamat dan masih hidup, lalu keluar dari mobilnya yang sudah ringsek. Kikan lalu pergi mencari paranormal tersebut, yang berkata bahwa kematian adalah suatu yang pasti, tapi kepastian tersebut dapat terhapus dengan Keabadian Cinta. Kikan yang tidak begitu mengerti maksudnya, kembali kerumahnya, dan menemukan sangat banyak orang disana yang berkumpul, termasuk Doni, teman-temannya, sampai ayah Kikan. Kikan yang kaget melihatnya, mengira bahwa ibunya yang meninggal. Lalu ia mencari-cari ibunya yang tidak ada, lalu ia menangis dan melihat ke dalam peti, yang ternyata isinya adalah Kikan sendiri. Dibalik rumah, ternyata ibu Kikan sedang menangis didampingi oleh temannya. Kikan yang berusaha memanggil ibunya, berusaha menggapai-gapai tubuh siapapun, tapi tidak bisa ia raih. Ia pun menjerit sejadi-jadinya, dan berlari keluar rumah. Saat akan keluar, ia kembali melihat paranormal tersebut, sambil menanyakan kenapa dia bisa meninggal. Paranormal tersebut mengatakan bahwa ia sudah meninggal saat kecelakaan mobil. Lalu Kikan pun pergi berlari, entah kemana, menjauh dari rumahnya.

Bagian akhir dari film memperlihatkan Doni yang sedang berdiri sendirian disebuah dermaga kecil. Lalu Doni mendengar suara Kikan, tapi tidak tahu darimana. Lalu ia melihat serombongan kunang-kunang, yang merupakan binatang favorit Kikan. Lalu Doni teringat ucapan Kikan "Benarkah cinta itu abadi?", dan film berakhir saat Doni berusaha menggapai salah satu kunang-kunang.

Sutradara Hanny R. Saputra
Produser Leo Sutanto
Elly Yanti Noor
Pemeran Nirina Zubir
Jonathan Mulia
Henidar Amroe
Ira Wibowo
Distributor SinemArt Pictures
Durasi 120 menit
Negara Indonesia

Kamis, 24 Juni 2010

KEJAR JAKARTA



Kejar Jakarta adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 2005 dengan disutradarai oleh Chandra Endroputro dan Bayu Sampurno.

Kejar Jakarta merupakan cerita yang berawal ketika Ujang (Daan Aria), warga Kampung Cibatu, Jawa Barat, mencoba mengadu nasib di ibukota menyusul sahabatnya, Dadang (Iang Darmawan), yang telah lebih dahulu merantau ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, hidup ternyata tidak seindah yang dibayangkan, dan Dadang telah berbohong atas kabar yang sering dikirim ke kampung, bahwa dirinya tidaklah sukses, malahan sebaliknya banyak memiliki utang di sana-sini dan menjadi penipu kecil di tengah kerasnya kehidupan kota.

Kemudian, keduanya berhasil mengelabui konglomerat bernama Dewo (Iszur Muchtar) dan Denny (Denny Chandra), bahwa keduanya adalah orang yang tepat sebagai calon direktur perusahaan konglomerat tersebut.

Namun ternyata mereka terjebak menjadi korban penipuan pembobolan uang bank yang dilakukan konglomerat Dewo.

Sutradara Chandra Endroputro
Bayu Sampurno
Pemeran Daan Aria
Iang Darmawan
Izhur Muchtar
Denny Chandra
Wulan Guritno
Melanie Putria
Reggy Lawalata
Tika Panggabean
Wawan Hanura
Durasi 110 menit
Negara Indonesia

JANDA KEMBANG




Janda Kembang merupakan film Indonesia yang dirilis pada 7 Mei 2009 yang disutradarai oleh Lakonde. Film ini dibintangi antara lain oleh Ringgo Agus Rahman, Luna Maya, Sarah Sechan, Esa Sigit, Rifat Sungkar, Joshua Pandelaki, Edric Tjandra, Joe P. Project, Sita Nursanti, dan Marissa Nasution.

SINOPSIS

Asih (Selasih, Luna Maya), seorang pendatang cantik, datang ke pinggiran kota Jakarta bernama Pulo Bantal. Suara merdu, wajah cantik, tubuh seksi membuat semua lelaki bertekuk lutut termasuk Fadli (Esa Sigit) dan Radja (Rifat Sungkar). Asih bergabung dengan group musik DODIRAMA Band, pimpinan Pak Dodi (Ringgo Agus Rahman). Karena sering menutup diri dan seorang diri, tanpa pasangan, maka tersiar kabar bahwa Asih adalah janda kembang.

Di masa Pilkada, Dodirama Band sering menerima panggilan show, dan penampilannya selalu sukses. Penampilan Asih di panggung maupun di luar panggung kerap membuat kesal para istri-istri, karena suami-suaminya jadi lupa punya istri. Hal ini sangat dirasakan oleh Yuli Nada (Sarah Sechan), istri Pak Dodi, yang juga adalah Penyanyi DODIRAMA Band. Yuli merasa posisinya terancam baik di band maupun rumah tangga.

Keadaan Selasih semakin tersudut, masyarakat mulai mengecap Selasih sebagai pelacur, wanita simpanan, dan sebagainya. Keadaan menjadi panas, mereka yang cemburu ingin mengusir Asih dari Pulo Bantal.

Sutradara Lakonde
Produser Chand Parwez Servia
Penulis Hilman Mutasi
Away Martianto
Pemeran Ringgo Agus Rahman
Luna Maya
Sarah Sechan
Esa Sigit
Rifat Sungkar
Joshua Pandelaki
Edric Tjandra
Joe P. Project
Sita Nursanti
Marissa Nasution
Musik oleh Luna Maya
Sinematografi Cathy Sharon
Penyunting Rachel Amanda
Distributor Starvision Plus
Tanggal rilis 7 Mei 2009
Durasi 210 menit
Negara Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia